Tampilkan postingan dengan label Kabupaten Bula. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kabupaten Bula. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 September 2013

Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku

Menikmati kota Bula tidak membutuhkan waktu yang lama. Dengan berjalan kaki dalam waktu sehari saja, kita dapat mengunjungi berbagai tempat yang perlu dikenal di kota Bula. Jalan-jalan yang lebar meski belum di aspal membuat debu-denu berterbangan saat ada mobil lewat. Sepertinya sebentar lagi sudah diaspal. Motor merupakan kendaraan yang mendominasi jalan-jalan kota ini. Banyak pula ojek-ojek yang umumnya transmigran dari Jawa disela-sela aktifitasnya dalam pertanian. Meskipun cukup murah yaitu Rp.3000,- untuk tujuan dalam kota, penghasilan tukang ojek disini lumayan besar. Karena jarang orang jalan kaki menuju tujuannya meski jarak yang dituju tidak terlalu jauh. Kami malah terlihat aneh saat setiap pagi berangkat ke sekolah dan pulang dari sekolah siang hari menyusuri jalan sejauh kurang lebih 700 meter dengan berjalan kaki. Bukan olahraga tapi penghematan.



Jika jalan dalam kota belum diaspal, jalan menuju kota Bula dari arah Ambon sudah diaspal halus. Saya yakin aspal ini awet jika memang sesuai standart, karena dalam 1 jam belum pasti ada 5 kendaraan yang lewat. Apalagi malam hari. Jalan aspal menyusuri tengah hutan memudahkan kami berburu burung. Tidak perlu masuk hutan berjalan kaki melalui semak belukar, namun cukup dari pinggir jalan untuk menentukan bidikan.



Jalan aspal keluar kota harus terputus saat melewati sungai. Salah satunya sungai boby. Kami melalui sungai ini dengan motor. Tapi motor dipanggul penduduk kampung sekitar yang merupakan daerah transmigrasi. Nama desanya keren. JAKARTA BARU. Meskipun sebagian besar penduduknya bukan berasal dari Jakarta. Saat itu pengerjaan jembatan masih setengah. Moga-moga sekarang udah kelar dan transportasi lebih lancar.



Yang jadi masalah kalo motor mogok. Hmm repot karena ditengah hutan. jadi harus bisa tangani sendiri. Paling tidak buat sampai di desa terdekat. Mogok ditengah hutan tentu serem. Apalagi nunggu orang lewat belum tentu ada 1 jam sekali. Namun alhamdulilah bisa diperbaiki. Bisa jalan lagi meski ndak sekolah STM.



Akhirnya sempat mengunjungi desa Banggoi. Salah satu desa transmigrasi di SBT. Desa ini merupakan lumbung kota Bula. Sayur dan beras diperoleh dari desa ini yang terbatas oleh sungai boby. Jarak dari kota Bula sekitar 4 jam perjalanan. Yang bikin lama meberang sungai dan sebagian jalan masih berbatu. Seger bisa nongkrong di bendungan yang rencananya untuk suplai air pertanian. Tapi ndak berfungsi maksimal karena banyaknya batu yang menutupi bendungan. Jadinya bendungan batu bukan bendungan air. Alhasil di musim kemarau tetep minim air untuk pertanian. Padahal katanya yang resmikan Ibu Megawati Lho. Meski cuma via teleconference dari Ambon.


Sumber: gurusmk.wordpress.com 03-06-2011

Pemda SBT akan Mekarkan Gorom dan Bula Menjadi Daerah Otonom


BULA - Pemerintah Kabupaten SBT targetkan akan mekarkan Gorom dan Bula menjadi dua daerah otonom baru dari kabupaten induknya Seram Bagian Timur. Usulan pemekaran dua daerah ini direncanakan disampaikan ke Pemerintah Pusat, tahun 2013 mendatang.

Hal itu disampaikan Bupati Hi. Abdullah Vanath, S.Sos.,M.Mp saat melantik Dewan Pengurus Daerah Ikatan Alumni IPDN Kabupaten Seram Bagian Timur di Bula, belum lama ini.

“Mencermati rumitnya rentang kendali pelayanan dan pembangunan, kita akan usulkan dua daerah ini untuk dapat dimekarkan menjadi daerah otonom baru. Bula menjadi Kota dan Gorom menjadi Kabupaten Kepulauan Gorom,” tandas Bupati Vanath.

Sebagai langkah antisipasi atas rencana itu, Bupati Vanath menjelaskan, bahwa Pemda sejak beberapa tahun belakangan telah melakukan pemekaran kecamatan beserta pembangunan infrstruktur agar bisa memenuhi salah satu persayaratan administratif pembentukan daerah otonom.

Itulah sebabnya, ungkap Vanath, bila semula di SBT hanya terdapat empat kecamatan yakni Bula, Seram Timur, Werinama dan Kecamatan Pulau Gorom. Sejak delapan berdiri SBT telah memekarkan dua belas kecamatan.

Menurut Bupati Abdullah Vanath, Pemda akan terus memproses penambahan kecamatan baru hingga mencapai lima belas kecamatan. Pemda juga secara simultan menyiapkan berbagai hal lainnya yang dipersyaratkan undang-undang sehingga pada tahun 2013 usulan itu tidak terkendala untuk disampaikan ke Pemerintah Pusat. (Bar)

Sumber: moluken.com 26-04-2012

Papua Tengah, Papua Pegunungan dan Papua Selatan Resmi Menjadi Provinsi Otonom

  JAKARTA (25/07/2022) - Pada tanggal 25 Juli 2022 telah disahkan tiga Undang-Undang (UU) terkait pembentukan provinsi baru di Papua, yaitu ...